Undangan Pernikahan, Kartu Undangan, Undangan Unik, Undangan Murah » Contoh Desain Kartu Undangan Pernikahan Bali

Hari Ini:

Rabu 01 April 2020

Jam Buka Toko:

08:00 s/d 21.00 WIB

Telpon:

0878-3816-1150

Whatsapp:

0857-4081-2002

BB Messenger:

D008D475

Email:

layanankedaigrafis@gmail.com

Layanan Online:

kedai.grafis

Pembayaran Melalui

Rek : 0373017385
An. yosef satria dewata
Rek : 1370002369995
An. yosef satria dewata
Rek : 0285397454
An. yosef satria dewata
Rek : 105601003481508
An. yosef satria dewata

Contoh Desain Kartu Undangan Pernikahan Bali Kategori: Kartu » Nikah » Penikahan » Perkawinan » Undangan » Undangan Softcover

Contoh Desain Kartu Undangan Pernikahan Bali Reviewed by admin on . This Is Article About Contoh Desain Kartu Undangan Pernikahan Bali

Contoh Desain Kartu Undangan Pernikahan Bali,Undangan Nikah Dan Harganya,Harga Undangan Pernikahan Murah Malang,Cetak Undangan Salatiga. Undangan pernikahan ini adalah undangan pernikahan full colour yang mengusung tema unik dan elegan. Dimana pada bagian covernya terdapat gambar sepasang wayang yang sangat menarik dan indah. Tidak hanya iru, pada bagian cover juga diberi background bertema batik yang menambah elegan […]

Rating:
0% stars Rating : 0% Dari 0 User
Bahan : JasmineHarga: Rp.4.000,00Kode Produk: KG 09
Harga diatas per 1000 pcs
Detail Produk "Contoh Desain Kartu Undangan Pernikahan Bali"

Contoh Desain Kartu Undangan Pernikahan Bali,Undangan Nikah Dan Harganya,Harga Undangan Pernikahan Murah Malang,Cetak Undangan Salatiga.

Undangan pernikahan ini adalah undangan pernikahan full colour yang mengusung tema unik dan elegan. Dimana pada bagian covernya terdapat gambar sepasang wayang yang sangat menarik dan indah. Tidak hanya iru, pada bagian cover juga diberi background bertema batik yang menambah elegan undangan pernikahan ini. Sehingga undangan pernikahan ini sangat terlihat unik untuk dilihat.

Pada bagian dalam undangan pernikahan ini terdapat 3 bagian. Bagian atas berisi nama pengantin yang di cetak dengan font yang berbeda dan hari akad nikah. Tidak hanya itu, pada bagian atas ini juga diberi background sepasang burung merak yang sedang bertengger di dahan pohon. Pada bagian tengah undangan ini terdapat hari dilangsungkannya resepsi pernikahan. Background yang diberikan pada bagian tengah ini juga berbeda dengan background bagian atas. Pada bagian tengah diberi background gambar gunung pada tokokperwayangan. Dan pada bagian bawah undangan pernikahan ini adalah denah lokasi tempat pernikahan dan di sudut kanan ditambahkan gambar wayang sehingga menambah kesan unik undangan ini. Dan pada background dasar undangan ini tetap diberikan kesan batik yang menambah kesan elegan.

Bagian belakang undangan pernikahan ini adalah Kalender tahunan yang bisa digunakan penerima undangan selama satu tahun. Sehingga undangan pernikahan ini tidak hanya unik dan elegan, namun juga memiliki manfaat lebih sebagai kalender tahunan.

Undangan pernikahan ini merupakan undangan pernikahan softcover full colour dengan bentuk 3 lipat, yaitu lipat atas, tengah, dan bawah. Undangan pernikahan ini berukuran 14 x 44 cm dihitung pada posisi kertas terbuka. Jenis kertas yang digunakan adalah Ivory dengan ketebalan 260gr.

Untuk anda yang ingin memesan undangan pernikahan seperti diatas silahkan kirimkan email ke layanankedaigrafis@gmail.com atau hubungi kami di nomer berikut ini SMS/WA 0857 4081 2002, 0878 3816 1150, Pin BB D008D475. Jika anda ingin melihat langsung koleksi undangan nikah kami secara langsung, silahkan kunjungi kami di Jl. Perum Candi Gebang 2 no. 22 atau ke outlet cabang Jl. Kaliurang km 5.

 

Untuk anda yang ingin melangsungkan pernikahan dengan adat jawa. Kami memiliki beberapa info tentang pernikahan dengan adat jawa.

1. Upacara Pernikahan
Kedua calon pengantin melakukan ijab/pernikahan sesuai dengan agama yang dianut keduanya. Setelah acara ini selesai keduanya sudah sah sebagai suami istri.

2. Panggih atau Temu Pengantin
Setelah menikah dilanjutkan dengan upacara panggih atau temu. Pengantin pria diantar oleh keluarganya ke rumah pengantin wanita. Pengantin wanita dengan keluarganya menunggu di depan rumah. Keluarga kedua pengantin membawa “kembar mayang”, yaitu sepasang hiasan dari rangkaian bunga-bungaan dan buah-buahan. Setelah itu kembar mayang ditaruh di perempatan jalan dengan maksud untuk menangkal hal-hal jahat.

3. Lempar Sirih
Kedua pengantin berdiri berhadapan dengan jarak sekitar lima langkah. Lalu keduanya saling melemparkan gulungan daun sirih. Pengantin pria melempar ke arah dada pengantin wanita. Pengantin wanita melempar ke arah paha pengantin pria. Tujuannya agar semua godaan akan hilang terkena lemparan tersebut.

4. Injak Telur
Pengantin pria menginjak telur ayam mentah dengan kaki kanan. Setelah itu pengantin wanita membersihkan/mencuci kaki suaminya dengan air bercampur bunga-bungaan. Makna dari upacara ini adalah memperlihatkan kesetiaan istri terhadap suami dan berharap akan mendapatkan keturunan (disimbolkan dengan telur) yang baik.

5. Sinduran
Kedua pengantin direngkuh di belakang punggung bapak pengantin wanita dengan kain sindur berwarna merah. Ibu pengantin wanita mengikuti di belakang. Kemudian mereka berjalan perlahan-lahan menuju pelaminan dengan iringan gending Jawa. Prosesi ini menggambarkan bahwa pasangan pengantin telah diterima dengan baik oleh keluarga besar kedua belah pihak.

6. Timbang atau Pangkuan
Kedua pengantin duduk di pangkuan bapak pengantin wanita. Pengantin wanita duduk di paha sebelah kiri dan pengantin pria di paha sebelah kanan. Dalam upacara ini ada dialog; “Berat yang mana, Pak? tanya sang ibu. “Sama saja beratnya…” sahut sang bapak. Maknanya adalah kasih sayang orang tua terhadap anak dan menantu sama besarnya, dan tidak dibeda-bedakan.

7. Kacar-Kucur
Pada upacara ini pengantin pria mengucurkan (menuangkan) uang receh bercampur beras, kacang, dan jagung ke pangkuan pengantin wanita yang dialasi kain. Upacara kacar-kucur memiliki makna bahwa suami harus bertanggung jawab memberi nafkah kepada istri.

8. Dulangan atau Suap-suapan
Kedua pengantin saling menyuapi makanan dan minuman. Upacara ini melambangkan dan mengingatkan bahwa suami istri harus menikmati kebersamaan dan saling menyayangi.

9. Rebutan Ayam Bakar
Sebenarnya upacara rebutan ayam ini adalah tradisi dari Jawa barat, namun ada juga yang dilakukan dalam upacara pengantin Jawa tengah. Kedua pengantin secara bersamaan menarik ayam hingga terbelah. Siapa yang mendapat bagian paling besar harus membagi ayam tersebut dengan cara makan bersama. Ini melambangkan bahwa berapapun rejeki yang didapat, harus dibagi berdua dan dinikmati bersama. Prosesi ini juga mengandung ramalan bahwa yang mendapat ayam bagian yang besar nantinya adalah pembawa rezeki dalam rumah tangga.

10. Sungkeman
Kedua pengantin melakukan sungkeman atau mencium lutut kedua orang tua, baik dari pihak pengantin wanita maupun pria. Makna dari upacara ini adalah penghormatan kepada orang tua dan meminta restu kepada mereka agar pernikahan anak-anaknya rukun dan damai.

​​