Undangan Pernikahan, Kartu Undangan, Undangan Unik, Undangan Murah » Tata Cara Pernikahan Adat Batak Toba

Hari Ini:

Minggu 22 October 2017

Jam Buka Toko:

08:00 s/d 21.00 WIB

Telpon:

0878-3816-1150

Whatsapp:

0857-4081-2002

BB Messenger:

D008D475

Email:

layanankedaigrafis@gmail.com

Layanan Online:

kedai.grafis

Pembayaran Melalui

Rek : 0373017385
An. yosef satria dewata
Rek : 1370002369995
An. yosef satria dewata
Rek : 0285397454
An. yosef satria dewata
Rek : 105601003481508
An. yosef satria dewata

Tata Cara Pernikahan Adat Batak Toba

Tata cara pernikahan adat Batak Toba termasuk salah satu tahapan pernikahan yang cukup panjang. Hal ini bahkan sudah jadi rahasia umum oleh masyarakat. Mari kita lihat ke-11 tahapan pernikahan adat Batak Toba tersebut. Meski sekarang semua tahapan ini tak lagi begitu diikuti melainkan diringkas, tak ada salahnya untuk tetap mengetahui bagaimana sebenarnya tahapan adat tersebut, bukan?

Tata Cara Pernikahan Adat Batak Toba

1. Mangarisika

Mangarisika adalah perkenalan dimana pihak pria dan beberapa keluarga pihak pria yang diutus berkunjung secara tak resmi ke kediaman pihak wanita untuk penjanjakan. Jika pihak wanita termasuk keluarga terbuka untuk peminangan tersebut maka akan diberikan tanda holong (disebut juga tanda mata) berupa cincin emas, kain dan lainnya.

2. Marhusip-husip

Dalam bahasa Indonesia berarti berbisik namun bukan berarti saling berbisik secara harfiah melainkan pembicaraan ini belum boleh diketahui umum. Dalam tahanapan ini, orangtua dan kerabat pihak pria akan bertamu ke pihak wanita dan orangtuanya serta kerabat. Namun, sekarang tahapan ini sudah tak lagi sekadar penjajakan melainkan bicara hal-hal pokok soal pernikahan, meski demikian pembicaraan bersifat belum resmi.

3. Marhata sinamot

Sinamot merupakan Tuhor ni boru atau pihak pria membeli wanita yang akan menjadi istri dari orangtuanya. Dalam bahasa Indonesia, istilah sinamot sering disebut mahar. Di tahapan ini, pihak pria dan pihak wanita akan membicarakan sinamot namun didahului dengan makan bersama. Acara ini sendiri dilakukan di rumah wanita. Kemudian diadakan pula pembagian daging (Jambar Juhut) bagi kerabat yang terdiri dari kerabat dari marga ibu, kerabat dari marga ayah serta anggota marga menantu serta orang-orang tua atau pariban. Hal pokok yang dibicarakan, antara lain: Sinamot, ulos, Jambar Juhut, jumlah undangan serta tanggal dan lokasi pesta dan tata cara adat. Ditentukan pula kapan waktu untuk martumpol.

4. Martumpol

Acara ini hampir mirip dengan bertunangan. Rangkaian acara di tahapan ini disaksikan juga oleh pejabat gereja bahwa sudah ada persetujuan pernikahan. Dilakukan 2 (dua) minggu sebelum rencana pernikahan. Kemudian, nantinya gereja akan mengumumkan rencana pernikahan tersebut agar mengetahui tak ada gugatan.

5. Martonggo raja

Tahapan ini bersifat seremonial yakni kegiatan pra-pesta pernikahan yang ditujukan untuk persiapan acara pesta.

6. Manjalo pasu-pasu parbagason

Disebut juga pemberkatan pernikahan yang dilakukan di gereja. Nah setelah acara gereja, kemudian akan dilakukan rangkaian pesta adat Batak!

8. Pesta unjuk

Tak hanya pemberkatan dari gereja, kedua mempelai harus memperoleh pemberkatan dari seluruh keluarga terutama orangtua. Disampaikan doa-doa sembari ditandakan dengan pemberian ulos. Kemudian ada pula pembagian jambar.

Jambar dibagikan ke pihak wanita adalah daging (jambar juhut) dan uang (tuhor ni boru), sementara pihak pria menerima ikan masa arsik (dengke) dan ulos. Setelah pesta unjuk selesai, pengantin wanita dibawa ke kediaman paranak.

9. Dialap jual / Ditaruhon jual

Tahapan ini dilakukan apabila acara pesta diselenggarakan di kediaman pihak wanita maka akan dilakukan acara membawa mempelai wanita ke kediaman pihak pria.

Namun, jika dilakukan di rumah mempelai pria, mempelai wanita diperbolehkan kembali ke kediaman orangtuanya yang kemudian diantarkan lagi oleh para namboru dari wanita ke tempat namborunya.

10. Paulak Une

Tahapan tata cara pernikahan adat Batak Toba ini dilaksanakan seminggu sesudah pesta adat dimana mereka sudah sah menjadi suami-istri. Pihak pria harus berkunjung ke rumah mertua untuk berterima kasih atas acara pernikahan yang telah berlangsung. Selanjutnya, pasangan menikah melanjutkan hidup baru.

11. Manjae

Ritual ini dilakukan setelah beberapa waktu pasangan telah menjalani rumah tangga (namun pria bukan anak bungsu). Pria tersebut akan dipajae atau dipisah rumah dan mata pencarian, umumnya anak bungsu akan mewarisi rumah milik orangtua.

12. Maningkir tangga

Sesudah acara Manjae, orangtua dan keluarga pasangan menikah akan berkunjung ke rumah pasangan menikah dan makan bersama.

Demikian beberapa urutan tata acara pernikahan adat Batak Toba. Cukup panjang, bukan? Meski memang dalam tahun-tahun terakhir ini ada beberapa urutan yang dilewatkan. Namun, tetap ada pula yang menggabungkan tahapan tersebut dalam satu waktu.

​​